Iklan

Kasi Haji dan Umroh: Meskipun Puasa Pelaksanaan Binsik Tetap Efektif

H. Ujang Sutaryat, M.Ag  (kiri) Kepala Seksi Haji dan Umroh Kemenag Kab. Pangandaran sedang meaksanakan rapat internal Kantor Kementerian Agama Kab. Pangandaran Rabu 14/06/2017 
Pangandaran INMAS Kemenag (Andri) : Jamaah calon Haji asal Kab Pangandaran Tahun 2017 yang akan menunaikan ibadah haji di tanah suci Makkah telah mengikuti bimbingan manasik haji yang diselenggarakan melalui Kantor Urusan Agama Kecamatan Se-Kab. Pangandaran (13/06/2017). Manasik haji ini merupakan proses pembelajaran yang berisikan simulasi pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan jemaah calon haji sebelum melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi.

Menurut Kepala Seksi Haji dan Umroh Kementerian Agama Kab. Pangandaran H. Ujang Sutaryat, M.Ag menyampaikan bahwa pelaksanaan manasik haji tingkat kecamatan berjalan secara Efektif meskipun di bulan ramadhan.

“Pelaksanaan bimbingan manasik di bulan ramadhan ini berjalan sangat efektif, hal itu bisa diukur dengan beberapa variabel yakni kehadiran jamaah dengan rata rata 95 Persen,  tanggapan jamaah yang antusias, serta acara yang berjalan dengan tertib dan lancar. Selain menghadiri binsik para jemaah memanfaatkan momentum ini sebagai ajang ngabuburit ramadhan. Diharapkan kedepannya sisa pertemuan dibulan Syawal akan lebih baik lagi.” Tutur Kasi Haji

Menurut Kepala Seksi Haji dan Umroh Kementerian Agama Kab. Pangandaran H. Ujang Sutaryat, M.Ag pelaksanaan manasik haji dibagi ke dalam dua fase yakni di bulan Ramadhan dan bulan Syawal, dengan diikuti oleh 10 Kecamatan yang ada di Pangandaran. Akan tetapi, 2 dari kecamatan tersebut jumlah jemaatnya kurang dari 20 orang sehingga digabung dengan kecamatan yang lain.

“Pelaksanakan bimbimbingan manasik haji tingkat kecamatan dilaksanakan oleh 8 KUA dan dilaksanakan dalam 2 fase yaitu di Bulan Ramadhan pada tanggal 13, 14,15 Juni 2017 dan di Bulan Syawal 6,8,10 Juli 2017, namun dari 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran ada 2 Kecamatan yang jamaahnya kurang dari 20 orang sehingga pelaksanaannya di merger dengan KUA yang terdekat”

Kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Sidamulih dengan jamaah 8 orang digabung dengan Kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Kalipucang dengan jumlah jamaah 12 orang digabung dengan Kecamatan Padaherang.

H. Ujang melanjutkan “Pelaksanaan binsik sebanyak 6 pertemuan, setiap pertemuan terdiri dari 4 JPL  jadi seluruh pertemuan 22 JPL X 60 menit, kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyampaian materi sesuai silabi dalam Surat Keputusan Dirjen Peyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia No: B-25169/Dj/Dt.11.1./1/Haji.01/04/2017 tanggal 25 April 2017 tentang Pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Dan Kecamatan serta Pembekalan Ketua Regu dan Ketua Rombongan”

Pelaksanaan bimbingan manasik haji tingkat Kabupaten rencannya akan di gelar pada Bulan Juli dan rencana pemberangkatan jamaah calon haji ke tanah suci kemungkinan dijadwalkan berangkat pada bulan Agustus 2017 pada gelombang ke II kloter 58 JKS.

“Binsik tingkat kabupaten Insaallah akan dilaksanakan pada hari selasa sampai rabu tanggal 11 sampai 12 juli 2017 yang akan diikuti sebanyak 390, namun ada satu orang yang belum pasti mengikuti binsik dan berangkat ke tanah suci yaitu calhaj asal Kec Cijulang Engkos Kosasih dikarnakan sakit gagal ginjal’.

Kontributor : Andri (Bimas)

Editor : Andri (Bimas)

Kasi Bimas Pangandaran Ingatkan Calon Haji jaga Kesehatan


Kepala seksi bimas islam Kemenag Kab. Pangandaran H.Nana Supriatna, S.Ag, MA mengingatkan kepada seluruh calon Haji asal Padaherng dan Kalipucang agar menjaga kesehatannya, karena ibadah haji merupakan kegiatan yang banyak mengandalkan fisik. Hal tersebut disamaikan Kasi Bimas Islam saat acara binsik tingkat Kecamatan di Aula Islamic Center Kec. Padaherang Senin (13/06/2017) sore tadi.

"Agar dalam pelaksanaannya hajinya bisa sempurna, saya mengingatkan agar para calon haji harus  menjaga kesehatan, saya mengingatkan agar selalu bersabar dalam menjalankan ibadah haji dari muali kegiatan bimsik sampai pada puncak pelaksanaan haji nanti. Karna peroblem masalah haji  biasanya pada kondisi kesehatan, Kesehatan Sebagai Istitho'ah dalam Menunaikan Ibadah Haji " katanya.

“Selain itu Upaya yang sudah dilakukan pemerintah untuk menjaga kesehatan dan kebugaran jamaah haji adalah melakukan pembinaan yang  dimulai sejak jamaah mendaftar ibadah haji, sebelum keberangkatan, di perjalanan, di asrama haji, selama di tanah suci dan setelah kembali ke tanah air. Pembinaan ini bertujuan sebagai sarana mencapai kondisi kesehatan optimal jemaah hingga menjelang keberangkatan. Pola pelaksanaan dapat secara mandiri atau kelompok yang bersifat terus-menerus dan berkesinambungan. Jamaah akan dibimbing untuk sadar akan kesehatan, tindakan-tindakan apa yang dibutuhkan untuk mempertahankan kesehatan dan sebagainya.”

Kasi Bimas  mengingatkan agar para calon haji benar-benar khusuk dalam menjalankan ibadah haji nanti di tanah suci Mekkah.

"Tinggalkan semua pikiran tentang keluarga, harta, dan permasalahan lainnya. Itu penting agar ibadah haji yang dijalani benar-benar khusuk, selain itu Kasi Bimas  mendoakan agar jamaah calon haji asal Padaherang dan Kalipucang pada umumnya calon haji asal Kab. Pangandaran bisa menjadi haji mabrur dan bisa kembali lagi ke tanah air dengan selamat.

Sementara itu Ketua panitia bimsik tingkat Kecamatan padaherang yang dalam hal ini selaku kepala Kantor Urusan Agama Kec. Padaherang Drs H Mamuri menyampaikan bahwa binsik ini di gabung dengan Kec. Kalipucang.

“Binsik tingkat kecamatan ini di satukan dengan Kec Kalipucang dikarnakan Kec Kalipucang sendiri belum memenuhi syart untk dilaksanakanya bimsik tingkat Kecamatan” Ungkap Kepala KUA Padaherang.

Sebagaimana kita ketahui bahwa bimsik tingkat Kecamatan bisa dilaksanakan apabila calon jamaah haji asal kecamatan berjumlah  minimal 20 orang.

Kontributor: Andri Bimas
Editor : Andri Bimas


Kankemenag Kab. Pangandaran Lantik Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah

 Kepala Seksi Peyelenggaraan Haji dan Umroh Kab. Pangandaran H. Ujang Sutaryat, M.Ag didampingi (kiri) Kepala Seksi Bimas (Kanan) Kasubag Tata Usaha sedang melakukan sumpah Jabatan oleh Rohaniawan.

PANGANDARAN: Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kab. Pangandaran resmi dilantik oleh Kankemenag Kab. Pangandaran Drs. H. Eep Nuhyana, M.Pd.I. Pelantikan dilaksanakan di Lantai II Kantor Kemenag Kab. Pangandaran Jumat (26 /2017) pukul 01:00 Wib.

Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dengan Nomor Kk.10.1/2/KP.07.6/1960/2017 tanggal 22 Mei 2017. Adapun Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang baru dilantik adalah H. Ujang Sutaryat, M.Ag, yang sebelumnya Penghulu pada Kantor Urusan Agama Kec. Langkaplancar. Untuk diketahui bahwa Kepala Seksi PHU sebelumnya dirotasi ke Kankemenag Kab. Majalengka.

"Kepada Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang baru, saya mengharapkan untuk meningkatkan koordinasi tentang tugas dari jabatan yang baru di Pangandaran ini", Ungkap Kankemenag Kab. Pangandaran.


Pelantikan ini dihadiri seluruh Pejabat eselon IV diantaranya Kasubbag Tata Usaha dan Kepala-kepala Seksi beserta dengan seluruh pegawai. Diakhir pelantikan seluruh pegawai memberikan selamat kepada Kepala Seksi PHU yang baru dan melakukan foto bersama untuk mengabadikan kegiatan tersebut. 

Kontributor : Andri
Editor          : Andri

Manasik Haji tingkat RA Se-Kabupaten Pangandaran.

Pada tanggal 3 April 2017, RA Se- Kab.Pangandaran mengikuti kegiatan manasik haji yang berlangsung di Lapang Parigi SETDA Kab.Pangandaran. Dihadiri oleh Kabag Kesra Kab.Pangandaran dan Kasi PENMAD Kemenag Pangandaran acara berlangsung hidmat.






Untuk Pertama kalinya, Jemaah Haji Kab. Pangandaran Tiba di Asrama Haji

Pemberangkatan Haji Tahun 1437 H/ 2016 menjadi tahun pertama bagi masyarakat Kab. Pangandaran setelah secara administratif pemerintahan terpisah dari Kabupaten induk, yaitu Kab. Ciamis. Rabu (31/08), jemaah haji dari Kab. Pangandaran yang tergabung dalam kloter 61 tiba di Asrama Haji Embarkasi Jakarta Bekasi, Jl. Kemakmuran Bekasi, pada pukul 18.40 WIB.
Pada tahun pertama ini, Jemaah haji Kab. Pangandaran berjumlah 377 orang yang tergabung dalam Kloter 61, yang di dalamnya tergabung juga 67 orang jemaah asal Kab. Bandung. Menurut rencana Jemaah Haji Kloter 61 diberangkatkan menuju Bandara Halim Perdanakusuma pada hari Kamis (01/08) pada pukul 11.30 dan terbang menuju Jeddah pada pukul 14.30.
Di hari yang sama pula jemaah haji kloter 59 yang berjumlah 444 orang jemaah asal Kota Banjar, Kab. Bekasi dan Kab. Bogor diterbangkan lebih awal, yaitu pukul 10.30. Sementara itu Kloter 60 yang membawa 444 orang jemaah haji asal Kab. Ciamis dan Kota Bogor terbang pada pukul 12.30 WIB.
Hingga hari ke-23 pemberangkatan Jemaah Haji, Rabu (31/08), Embarkasi Jakarta Bekasi telah memberangkatkan 25.919 orang jemaah haji yang terdiri dari 58 kloter, 25.572 orang jemaah dan 347 orang petugas kloter.
Sementara itu, jemaah haji yang wafat di tanah suci bertambah sebanyak satu orang atas nama Aceng Nurodin Hasyim (57), jemaah haji Kloter 18 asal Kampung Neglasari, Karang tengah, Bojong, Kab. Cianjur. Almarhum wafat di Mekkah, Rabu (30/08) akibat Cardiovaskuler Disease. Dengan demikian jemaah haji yang wafat berjumlah 8 orang, yang terdiri dari 3 orang wafat di Bekasi, 3 orang di Mekkah, dan 2 orang di Madinah.

Kepala Seksi Bimas Islam Buka Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kecamatan


Parigi – Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran H. Nana Supriatna S.Ag, MA membuka secara resmi sekaligus memberikan pengarahan pada Calon Jamaah Haji Kec. Parigi dalam acara Bimbingan Manasik Haji Kecamatan yang bertempat di Islamic Center Kecamatan Parigi, Sabtu ( 23/7/2016 ).

Dalam manasik Haji tersebut Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran menghimbau kepada CJH Kecamatan Parigi yang hadir untuk terus menghadiri manasik haji ini dari awal hingga akhir nanti. Karena itu semua tidak terlepas dari ilmu dan tuntunan dalam menunaikan ibadah haji. Untuk itu, ia menghimbau jika ada acara yang bersamaan yang sifatnya bukan Syar’i lebih utamakan dan mendahulukan menghadiri manasik haji.

“ Amalan ibadah haji adalah sesuatu yang amat dirindukan oleh setiap umat Islam, bahkan oleh orang yang telah menunaikannya berkali-kali sekalipun. Oleh karenanya, bagi yang dimudahkan Allah Swt untuk bisa menunaikan ibadah haji tahun ini agar menggunakan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. Sebab, belum tentu kesempatan menunaikan ibadah haji itu datang untuk kedua kalinya “, pesannya dihadapan pada jamaah hji.

Nana menambahkan “ Wajib Haji adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap Rukun Haji, yang jika tidak dikerjakan harus membayar dam (denda). Oleh karena itu betapa penting dan perlunya bimbingan manasik haji seperti sekarang ini untuk menambah wawasan dan ilmu terkait syarat dan rukun sah dalam menjalankan ibadah haji,” terangnya.


Editor: Andri Nazarudin M