Iklan

Kasi Bimas Kab. Pangandaran : Akhlak dan Sipat Nabi Harus Dijadikan Landasan dan Pondasi

Foto : (Sebelah Kiri)  Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kab. Pangandaran  (Kanan) Moderator
Inmas Pangandaran (Andri) : Pada kegiatan diklat subtantip Penyuluh Agama Islam Non Pns, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kab. Pangandaran  H. Nana Supriatana, S.Ag, MA memberikan pemaparan materinya kepada 30 Peserta diklat subtantif Penyuluh Agama Islam Non PNS angkatan XVII di ingkungan Kemenag  Kab Pangandaran (16/7/2017).

Kegiatan ini diselenggrakan oeleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Bandung yang dilaksanakan selama 6 hari, mulai  14 s.d 19 Juli 2017 di Aula Sekertariat MUI Kab. Pangandaran.

Kegiatan tersebut disambut positif oleh Kepala Seksi Bimas Islam, menurutnya kegiatan diklat seperti ini supaya sinergi dengan kebijakan yang sudah diprogramkan. Penguatan kompetensi Penyuluh Agama Non PNS harus terus ditingkatkan, diprogramkan secara berkesinambungan karena penambahan materi guidence dan konseling sangat perlu.

Dalam pemaparannya, Penyuluh Agama Islam Non PNS mempunyai peranan memberikan pencerahan keagamaan pada umat yang tidak dibatasi oleh waktu dan ruang. Prinsip dasar penyuluh agama sebagai salah satu bentuk pendidikan adalah upaya alih pengetahuan, alih metode dan alih nilai dengan sasaran yang sangat luas.

“Tugas Penyuluh agama bukan sekedar melakukan pendidikan agama pada umat semata, tetapi juga melakukan penyuluhan pembangunan memberikan penerangan tentang program-program pemerintah melalui bahasa agama guna meningkatkan peran serta umat dalam melaksanakan pembangunan. Saat ini Penyuluhan agama dihadapkan kepada berbagai tantangan. Tantangan tersebut semakin kompleks dan luas spektrumnya tetapi juga semakin rumit, namun tantangan tersebut tidak mungkin dihindari. Ungkap Nana

Untuk menjawab tantangan itu, lanjut H. Nana maka diperlukan norma yang harus menjadi pegangan para PAI Non PNS adalah mengikuti akhlak dan sipat Nabi Muhammad SAW akhlak dan sipat nabi harus dijadikan landasan dan pondasi.

Mengakhiri paparannya Nana mengingatkan Penyuluh Agama harus memiliki sipat amanah Hal Ini menjadi penting agar umat menimbulkan kepercayaan karena kepercayaan merupakan public  good.  untuk merealisasikan misi dan pesan tertentu yang dilakukan dengan metode atau pendekatan tertentu.

Kontributor : Andri (Bimas)
Editor : Andri (Bimas)
Foto Grafer : Arip (Bimas)


Kankemenag Pangandaran: Tantangan Profesi Penyuluh Agama Semakin Kompleks

Foto : (Sebelah Kiri) Ketua Forum Kerja Penyuluh (Tengah) Kepala Kemenag Kab. Pangandaran (Kanan) Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kab. Pangandaran 

Cijulang INMAS Kemenag (Andri)  - Seksi Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran menggelar bimbingan teknis orientasi kelompok kerja penyuluh (Pokjaluh)  bagi Penyuluh Agama Isam Fungsional dan Non PNS Tahun 2017, Kamis (27/7) di Islamic Center Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya sekaligus sebagai narasumber, Kankemenag menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara kegiatan itu, selain itu Kankemenag menegaskan kepada para Penyuluh untuk meningkatkan kinerjanya sebagai tugas bimbingan kepada umat dalam rangka pembinaan mental, moral dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Terimakasih kepada panitia peyelenggara mudah-mudahan kegiatan ini sebagai wujud untuk meningkatkan kualitias Penyuluhan dalam rangka pembinaan mental, moral dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menyebarkan segala aspek pembangunan melalui pintu dan bahasa agama Agama Islam.”

Dihadapan para Penyuluh Agama Kankemenag meyampaikan bahwa tugas Penyuluh bukan tugas yang ringan apalagi di era sekarang ini tantangan profesi Penyuluh Agama Islam semakin kompleks.

“Menjadi penyuluh bukan tugas yang ringan, karena penyuluh terus berhadapan dengan masyarakat dengan berbagai persoalan dan tantangan, tantangan profesi penyuluh agama pada era modern sekarang ini semakin kompleks. tantangan berat yang dihadapi oleh penyuluh agama saat ini yaitu, perubahan perilaku masyarakat akibat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berkembangnya wacana islam yang fundamentalis dan radikal di satu sisi serta Islam liberal di sisi yang lain, dan tantangan dalam mengatasi problem moralitas dan karakter bangsa Indonesia. Ungkap Kankemenag

“Selain itu, penyuluh agama juga dihadapkan pada tantangan yang berkaitan dengan pembenahan moralitas bangsa Indonesia: HIV/AIDS, perusakan lingkungan dan perilaku seks bebas di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki para Penyuluh Agama Islam Kankemenag berharap adanya revitalisasi bagi  Penyuluh Agama Islam.

“Kegiatan seperti ini sangat diperlukan seperti pelatihan secara berjenjang dan berkesinambungan. Pendidikan dan pelatihan diarahkan untuk penguatan kompetensi dan keterampilan yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pada era modern sekarang ini. Para penyuluh agama tidak hanya mampu menguasai ilmu-ilmu agama saja, melainkan perlu mengetahui ilmu-ilmu lain yang dapat membantu para penyuluh agama dalam menyelesaikan persoalan-persoalan umat.

“Penyuluh agama harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas tentang Islam baik yang menyangkut akidah, syari’ah maupun muamalah yang dikemas dalam bahasa yang mudah dipahami dan dikembangkan dengan menggunakan pendekatan ilmu-ilmu sosial serta memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. “

Kankemenag menambahkan, Maka Penyuluh harus punya kompetensi metodologis dan kompetensi Sosial agar Penyuluh Agama Islam dalam memberikan bimbingan kepada umat dalam rangka pembinaan mental, moral dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menyebarkan segala aspek pembangunan melalui pintu dan bahasa agama. Tutur Kankemenag.

Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 32 orang 17 orang Penyuluh Agama Islam Fungsional dan PNS dan 13 penyuluh Non PNS dan dan 2 orang staf Bimas Islam.

Kontributor : Andri (Bimas)
Editor : Titim (Bimas)
Foto Grafer : Abil 

Sebanyak 28 Catin di Kec. Pangandaran Pilih Menikah Pada Malam Lebaran

INMAS Kemenag Pangandaran (Andri): Hari baik memang selalu menjadi pertimbangan banyak kalangan masyarakat untuk menjalankan sebuah rencana, apalagi jika rencana tersebut berupa pernikahan. Salah satu hari baik tersebut diantaranya adalah Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan akan jatuh pada tanggal 25 Juni, dimana bagi sebagian orang ada yang mengkhususkan hari lebaran atau malam lebaran dijadikan sebagai rencana pernikahan.

Tercatat ada 28 pasangan calon pengantin yang sudah mendaftar pernikahan pada hari besar umat Islam itu. Mereka sudah mengajukan persyaratan lengkap agar bisa dinikahkan oleh penghulu pada hari tersebut. Tanggal pernikahan pada malam Ramadan dan lebaran banyak dipilih oleh masyarakat karena dinilai memiliki banyak keistimewaan dibandingkan dengan bulan yang lain atau kerap disebut sebagai malam sanga atau sembilan.

Menurut Kepala KUA Kecamatan Pangandaran, Drs. Wawan, MM menikah di malam lebaran atau saat Idul Fitri memang banyak dipilih oleh masyarakat karena dinilai banyak memiliki keistimewaan dan kelebihan dibandingkan bulan lain.

“Malam takbiran dan hari raya Idul Fitri merupakan hari yang baik karena dilangsungkan sehari menjelang Idul Fitri. Selain itu, banyak sanak saudara yang berkumpul di rumah karena libur kerja, cuti, dan lainnya sehingga memungkinkan pengantin didatangi tamu dan keluarganya. Hal ini pun sudah menjadi adat istiadat yang terbiasa ”

“Jumlah pasangan calon pengantin yang telah terdaftar di Kantor Urusan Agama Kecamatan Pangandaran yang akan melaksanakan pernikahan di hari lebaran sebanyak 28 calon pengantin. 17 calon pengantin pada malam takbir dan 11 calon pengantin sisanya pada hari lebaran setelah shalat Idul Fitri” Ungkap Wawan selaku Kordinator Kepala KUA Kab. Pangandaran ini ketika di komfirmasi lewat Whatsapp Kamis (22/6/2017).

 “Ini tugas kami sebagai penghulu kami harus melayani masyarakat secara prima dan memberikan pelayanan Nikah yang disenangi dan berintegritas namun konsekuensinya, para calon pengantin ini dikenai biaya nikah Rp 600 ribu . Berbeda jika calon pengantin melangsungkan pernikahan di kantor KUA, yang tak dipungut biaya dasarnya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2014 tentang Transportasi dan Jasa Profesi Penghulu.” Ujar Wawan.

Kontributor : Andri (Bimas)
Editor : Andri (Bimas)

Kasi Bimas : Penyuluh Agama Diharapkan Mampu Meningkatkan Kesadaran Umat Untuk Berzakat

Foto : (Sebelah Kiri) Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kab. Pangandaran sebagai narasumber ke II (sebelah Kanan) Moderator Kusdinar, S.Ag Penyuluh pada Kec Cimerak
(Inmas Kemenag; Andri) Kantor Kementerian Agama Kab. Pangandaran dalam hal ini Seksi Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Forum Penyuluh Agama Kab. Pangandaran dan Forum Pokja Penyuluh menggelar sarasehan zakat, Rabu (15/06/2016). Saresahan  bertajuk “membangun kesamaan paradigma materi dan Metode Dakwah Zakat”  kegiatan ini diselenggarakan di Islamic Center Cijulang Pangandaran Jawa Barat.

Hadir sebagai narasumber Kepala Kankemenag Kab. Pangandaran Drs. H. Eep Nuhyana, M.Pdi, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kab. Pangandaran dan H. Nana Supriatna, S.Ag, MA dan  tim Pokjaluh. Kegiatan yang bertujuannya untuk membangun kesamaan Paradigma materi dan metode Penyuluhan dakwah zakat ini diharapkan peran aktif bagi para Penyuluh Agama Islam untuk penyuluhan zakat diharapakan setelah kegiatan ini kedepannya mampu meningkatkan kesadaran zakat bagi umat muslim baik individu maupun kelompok Kegiatan itu juga dikemas dengan diskusi panel dan focus group discussion (FGD).

Menurut Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kab. Pangandaran H. Nana Supriatna, S.Ag, MA, tugas dan fungsi utama insan Bimas Islam adalah memberikan bimbingan agar umat taat beragama salah satunya pelaksanaan zakat.

“Kegiatan Sarasehan Zakat seperti ini perlu diaadakan secara rutin untuk mampu meningkatkan kesadaran umat untuk berzakat, maka dengn itu Penyuluh Agama Islam mempunyai tanggung jawab moral kepada masyarakat mealui dakwah zakat dan juga sebagi insan Bimas Islam Penyuluh Agama Islam PNS maupun Non PNS mempunyai tugas dan fungsi untuk meningkatkan, mengoptimalkan serta mengefektifkan penyuluhan kesadaran umat berzakat, infak dan sedekah. Ungkap Kasi Bimas

Menurut H. Nana karena mempuyai tugas bimbingan, para Penyuluh Agama Islam diharapkan mampu mendorong umat untuk sadar zakat agar potensi zakat di Kab. Pangandaran besar agar bisa menghapuskan status kesenjangan di masyarakat.

“Penyuluh mempuyai tugas bimbingan zakat kepada umat karena kata kunci penyuluh adalah bimbingan. Bimbingan merupakan suatu  proses dimana setiap fenomena yang menunjukan kontinuitas perubahan dan suatu usaha bantuan untuk menambah, mendorong, merangsang, mendukung, menyentuh, menjelaskan agar individu tumbuh dari kekuatan sendiri serta individu yang normal yang membutuhkan bantuan dalam proses perkembangannya.

Maka dengan itu tujuan bimbingan dapat dirumuskan sebagai proses penemuan diri dan dunianya, sehingga individu dapat memilih, merencanakan, memutuskan, memecahkan masalah, meyesuaikan secara bijaksana dan berkembang sepenuh kemampuan dan kesanggupannya serta dapat memimpin diri sendiri sehingga individu dapat menikmati kebahagiaan batin yang sedalam-dalamnya dan produktif bagi lingkungannya.

Untuk menjalankan hal itu menurut kasi bimas semuanya harus bekerjasama, bermitra dengan lembaga ataupun Ormas Islam dalam melaksanakan fungsi bimbingan

“Kreasi akan muncul dari kerjasama pemikiran melalui Focus Discussion Group (FDG) Kreasi juga akan muncul dari kasus-kasus yang muncul di lapangan (obyek penyuluhan/ dakwah) akhirnya akan muncul identifikasi bidang-bidang yang akan dijadikan bahan garapan kepenyuluhan zakat kedepan.

Maka dengan itu menurut Kasi Bimas asal Baregbeg Kab. Ciamis kita semua diamanahi untuk membimbing umat Islam, bagaimana Umat Islam yang ada sekarang ini menjadi lebih baik dalam berbagai aspek.

“Posisi kita saat ini adalah tanggung  jawab dunia akhirat sebagai pejuang/ mujahid untuk membimbing Umat Islam Indonesia itu harus memikirkan bersama, kendala kendala apa saja yang harus diselesaikan bersama.

Maka dengan itu buatlah dan jadikanlah umat Islam se taqwa-taqwanya agar mendapatklan kesejahteran dunia dan akhirat dan kita harus membangun militansi penyuluh dalam memberikan bimbingan dan pembinaan pada Umat Islam selain itu kita harus mengantisipasi dan melawan virus-virus yang mengganggu bimbingan terhadap Umat Islam. Ungkap Nana.

Kontributor ; Andri
Editor: Andri
Poto Graper : Abil

Dihadapan Ratusan Penyuluh Agama Kankemenag Tegaskan Ideologi Pancasila Sudah Final


Pangandaran Inmas Kemenag  (Andri) : Kepala Kementerian Agama Kab. Pangandaran Drs. H. Eep Nuhyana, M.Pdi menegaskan bahwa Negara Pancasila adalah harga mati dan sudah final saat menyampaikan sambutan sekaligus memberikan materinya pada acara sarasehan zakat yang dilaksanakan oeh Kemenag Kab. Pangandaran, Forum FKPAI Kab. Pangfandaran, Forum Pokja Penyuluh Kab. Pangandaran Rabu (14/06/2017) di Islamic Center Kecamatan Cijulang.

Dalam sambutan dan materinya Kankemenag mengingatkan dan meyakinkan kepada ASN Kementerian Agama Kab Pangandaran agar perlunya menanamkan kembali nilai-nilai pancasila sebagai ideologi bangsa yang sudah tidak bisa dikompromikan lagi, Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok, landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara.

"Negara Pancasila sudah final. Kalau Negara Pancasila itu diubah, diganti, negara ini akan pecah, Kankemenag menilai para pendahulu bangsa ini, memahami konsep kebhinekaan dan perbedaan dapat menjadi faktor pemecah jika tidak diikat dalam satu kesatuan Bangsa Indonesia." ujarnya

Kankemenag menambahkan “Jika Indonesia tidak menjadi Negara Pancasila, menurut Kanemenag, problem masalah terbesar adalah perpecahan akan terjadi, misalnya Indonesia menjadi negara agama, Diterimanya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok, landasan fundamental bagi penyelenggaraan Negara Indonesia”

“Saya berharap kepada seluruh Penyuluh Agama Islam Pns dan Non Pns yang saat ini PAI Non Pns yang statusnya sama sebagai Aparatur Sipil Negara dalam Undang-undang, Sehingga upaya peneguhan pada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika yang harus terus menerus dilakukan oleh penyelenggara Negara dan meyakinkan kembai kepada masyarakat"

Menurut Kankemenag, pada saat ini bangsa Indonesia tengah dihadapkan pada peroblem soal komitmen akan persatuan dan kebinekaan. Ia mengatakan Pancasila sebagai pedoman untuk tetap mempertahankan keberagaman di Indonesia.

"Saat ini menghadapi tantangan yang luar biasa, banyak pikiran atau nilai-nilai dari luar yang berterbangan atau tidak sejalan apa yang selama ini radikalisme dan ormas-ormas yang tidak sesuai dengan Pancasila masih exsis.

Kontributor : Andri Bimas
Editor : Andri Bimas
Ppto Graper : Abil








16 CPNS Kemenag Kab. Pangandaran Dilantik Jadi PNS





Cijulang : Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran Drs. H. Eep Nuhyana, M.Pd.I melantik 16 calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Kemenag Kab Pangandaran, ada 16 calon PNS yang diambil sumpah dan dilantik hari ini (6/6/2017) di MA YPK Kalangsari Cijulang.

Ke-16 calon PNS tersebut terdiri dari tenaga Administrasi dan Penyuluh Agama Islam, pelantikan tersebut sebagai amanat PP Nomor 53 Tahun 2010 yang mengisyaratkan salah satu Pegawai Negeri Sipil diambil sumpahnya adalah sebagai tindak lanjut pelaksanaan dari UU tentang kepegawaian.

"Keenam belas orang yang akan dilantik ini diantaranya 3 Penyuluh Agama Islam dan 13 pengadministrasi semuanya dari unsur Kantor Urusan Agama," ujar Kankemenag pada acara pelantikan.

Keenam belas yang dilantik mereka adalah Poniman, Saipin, Humaedi, Muhdir, Narli, Dajat, Husen, Mamat Suhermat, Danuri, U.Udin S, Diding sebagai pengadministrasi sementara dari Tenaga Penyuluh Agama Islam ialah Dalail, Markon Al-Ansory dan Hujaeni

“Selamat kepada PNS yang baru di lantik kerja sesuai dengan lima budaya kerja Kementerian Agama, sekarang harus berbeda bukanlagi CPNS tapi PNS. Kankemenag menambahkan ASN yang akan datang ada seleksi mengenai ke Pancasilaan, Kankemenag juga menekankan kepada seluruh karyawan agar menerapkan Idiologi Pancasila.

Sementara itu ditempat terpisah H. Nana Supriatna, S.Ag, MA selaku Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam mengucapakan selamat kepada para PNS yang sudah dilantik dan diambil sumpahnya.

"Selamat atas dilantiknya menjadi PNS yang telah diambil sumpahnya. Semoga bisa terus amanah dalam bertugas," tutur H. Nana.

Nana menambahkan bahwa Pns harus meningkatkan Kinerja dan loyalitasnya terhadap Negara.

“Tingkatkan kerja kepegawaian dan kerjasama serta loyalitas pada Negara dengan Idiologi dasar Negara Pancasila sebagai wujud loyalitas pada negara selain itu juga PNS tidak boleh memiliki idiologi lain selain Pancasila karna yang diangkat PNS saat ini tidak memiliki Litsus (Penelitian Khusus) “

Kontiributor : Andri Bimas
Editor Berita : Andri Bimas

Kasubag dan Kasi Bimas Pangandaran: “Tingkatkan Disiplin Dan Kinerja Pegawai KUA"

Kedua dari sebelah Kiri Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kab Pangandaran, dan kedua sebelah Kanan Kasubag TU Kemenag Kab. Pangandaran

Padaherang: Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kab. Pangandaran Drs. H. Ddang Solihin mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Pangandaran  agar mentaati aturan yang berlaku dan meningkatkan disiplin dan peningkatan kinerja. Hal tersebut dikatakannya saat Rapat Dinas Tetap (Radintap) Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan (KUA) Se- Kabupaten Pangandaran Rabu (24/5/2017) di Aula Balai Nikah Kantor Urusan Agama Kec. Padaherang.

Dalam kesempatan itu, H. Dadang meminta kepada seluruh kepala KUA terkait kedisiplinan, terutama absensi daftar hadir yang belakangan ini masih banyak yang tidak masuk kantor tampa ijin.

“Saya minta taati aturan yang sudah berjalan, dan meminta kepada semua Penghulu, Penyuluh staf untuk meningkatkan jinerja masing-masing dan menjalankan fungsinya serta melaporkan setiap kegiatan “Saya tidak mungkin bisa mengecek semua kesgiatan di KUA masing-masing, untuk itu saya minta kepada semua pegawai di lingkungan Kementerian Agama Kab. Pangandaran menjalankan fungsinya dan melaporkan progres kegiatannya” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kemenag Kab. Pangandaran H. Nana Supriatna, S.Ag, MA bahwa seluruh pegawai harus meningkatkan kedisiplinan seperti kehadiran dan meningkatkan kinerjanya.

Di depan para kepala KUA, ia menegaskan agar semua pegawai dan juga P3N meningkatkan kinerjanya. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat adalah bentuk sikap yang memegang amanah sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat.

Selain menyoroti soal kinerja dan pelayanan, Kasi Bimas juga mengingatkan tentang kerukunan umat beragama.  Dia meminta semua pihak agar tetap menjaga kerukunan beragama agar kedamaian tetap tercipta sehingga aktivitas sehari-hari akan berjalan dengan baik.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rapat bulanan yang rutin dilaksanakan oleh KUA dan Kemenag setiapbulan nya kegiatan radintap ini bergantian oleh Kua se Kab. Pangandaran.
(Kontributor : Andri Bimas)
(Editor : Andri Bimas)


Kankemenag: Realitas Kerukunan Umat Beragama di Kab Pangandaran Bukan Sekedar Mitos

Kankemenag H. Eep Nuhyana beserta unsur pemerintah daerah Kab. Pangandaran sedang meninjau secara langsung perayaan natal di Pangandaran
Pangandaran. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kab. Pangandaran, Drs. H. Eep Nuhyana beserata para unsur Pemerintah daerah Kab. Pangandaran dan Kepolisian meninjau secara langsung pelaksanaan natal tempat ibadah umat kristiani (gereja) yang ada di Pangandaran. Sabtu (24/12) malam.
Turut hadir dari unsur Kemenag Kepala Seksi Bimas Islam, Kapolres Ciamis, Kepala Kesbangpol Kab. Pangandaran dan Kabag Kesra Kab. Pangandaran, kunjungan tersebut dilakukan untuk melakukan pengecekan pengamanan dalam rangka perayaan hari Natal di Kab. Pangandran.
Kankemenag, H. Eep Nuhyana menjelaskan, kunjungannya tersebut bersama unsur pemerintah daerah Kab. Pangandaran bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Pangandaran yang sedang melaksanakan ibadah perayaan Hari Natal.
“Hasil pantauan sejauh ini cukup kondusif, Ini sesuatu hal yang perlu diapresiasi terutama kepada aparat keamanan yang telah bekerja keras mengamankan lokasi yang dipergunakan tempat perayaan Natal”. Ungkap Kankemenag
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kab. Pangandaran H. Mnana Supriatna, hal ini semata-mata untuk menciptakan rasa aman kepada Jamaat Kristiani saat melaksanakan perayaan Natal dan Tahun baru 2017. Kerukunan perlu terus di tingkatkan sesuai visi misi Kementerian Agama karna realita sosial cukup beragam dalam hal peradaban dan keragaman di Pangandaran.
“Aplikasi kegiatan rangkayan peringatan Natal dan tahun baru ini sebagai bukti prilaku toleransi antar umat beragama di Pangandaran secara dinamis”, pungkasnya.

Kepala KUA Se-Kab Pangandaran dan Banjar Nyatakan Tidak Pungli

Sebelah kanan Kepala Seksi Bimas Islam H. Nana Supriatna, S.Ag, MA meyerahkan peryataan Fakta Integritas kepada Kepala Seksi Kepenghuluan Kanwil Jabardi saksikan oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Binsyar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat di ruangkelas MAN 1 Kota Banjar (28/12/2016)

Pangandaran, – Sebanyak  14 Kepala KUA Kecamatan se-Kab Pangandaran dan Kota Banjar membuat fakta integritas pernyataan tidak akan melakukan pungutan liar (pungli) dalam pencatatan nikah/rujuk. Deklarasi pernyataan tersebut dilaksanakan dihadapan Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kab Pangandran dan Kota Banjar dalam acara pembinaan punggutan liar pada kepala KUA dan Penghulu.
Dalam penandatangan tersebut turut hadir Drs. H. Aldim, MM sebagai Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Binsyar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat di ruang kelas MAN 1 Kota Banjar, Rabu(29/12/2016).
Penandatanganan pernyataan tersebut merupakan bentuk kesiapan Kepala KUA untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi dan wilayah bersih melayani. Selain itu kegiatan ini merupakan respon dari Perpres nomor 87 Tahun 2016 dan  Instruksi Presiden RI Joko Widodo yang membentuk Tim Pemberantasan Pungli.
Dalam kesempatannya Kepala Seksi Bimas Islam Kab. Pangandaran H. Nana upriatna, S.Ag, mengatakan pennandatangan tersebut merupakan Penerapan zona integritas di Kementerian Agama merupakan bentuk peryataan siap melaksanakan pelayanan prima kepada masyarakat sebagaimana tertera dalam lima nilai budaya Kementerian Agama Integritas, Profesonalitas, Inovasi, Tanggung jaewab dan keteladanan, hal itu tidak bisa ditawar-tawar oleh seluruh aparatur Kementerian Agama termasuk Kepala KUA dan Penghulu”
“Ada beberapa poin penting dalam pernyataan yang ditandatangani kepala KUA. Pertama, bersedia melaksanakan tugas sebagai Kepala KUA sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kedua, tidak akan melakukan praktik kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN), kemudian ketiga yaitu tidak akan menerima sesuatu yang berkaitan dengan urusan pencatatan nikah yang dikategorikan pungutan liar, suap atau gratifikasi. Ungkap H. Nana
Kontributor/Editor: Andri Nazarudin

Sambut Hab ke-71 Kemenag Pangandaran Adakan Jalan Santai

Kepala Kankemenag Kab. Pangandaran membuka Acara Jalan Santai di Lapangan Alun-Alun Parigi Kabupaten Pangandaran
Pangandaran. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kab. Pangandaran, Drs. H. Eep Nuhyana beserata para unsur Pemerintah daerah Kab. Pangandaran dan Kepolisian meninjau secara langsung pelaksanaan natal tempat ibadah umat kristiani (gereja) yang ada di Pangandaran. Sabtu (24/12) malam.
Turut hadir dari unsur Kemenag Kepala Seksi Bimas Islam, Kapolres Ciamis, Kepala Kesbangpol Kab. Pangandaran dan Kabag Kesra Kab. Pangandaran, kunjungan tersebut dilakukan untuk melakukan pengecekan pengamanan dalam rangka perayaan hari Natal di Kab. Pangandran.
Kankemenag, H. Eep Nuhyana menjelaskan, kunjungannya tersebut bersama unsur pemerintah daerah Kab. Pangandaran bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Pangandaran yang sedang melaksanakan ibadah perayaan Hari Natal.
“Hasil pantauan sejauh ini cukup kondusif, Ini sesuatu hal yang perlu diapresiasi terutama kepada aparat keamanan yang telah bekerja keras mengamankan lokasi yang dipergunakan tempat perayaan Natal”. Ungkap Kankemenag
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kab. Pangandaran H. Mnana Supriatna, hal ini semata-mata untuk menciptakan rasa aman kepada Jamaat Kristiani saat melaksanakan perayaan Natal dan Tahun baru 2017. Kerukunan perlu terus di tingkatkan sesuai visi misi Kementerian Agama karna realita sosial cukup beragam dalam hal peradaban dan keragaman di Pangandaran.
“Aplikasi kegiatan rangkayan peringatan Natal dan tahun baru ini sebagai bukti prilaku toleransi antar umat beragama di Pangandaran secara dinamis”, pungkasnya.

Inilah Calon Penyuluh Agama Islam Non PNS Yang Lolos Test Tulis

Calon Penyuluh Agama Islam Non PNS Kab Pangandaran seadang mengikuti test tulis rekruitmen Penyuluh Agama Islam Non PNS Kab Pangandaran
Humas Kemenag. Sebanyak 132 orang calon Penyuluh Agama Islam Non PNS Kab. Pangandaran yang telah mengikuti ujian test lisan akan kembali di tes pada tahapan test wawancara, test wawancara akan dilaksanakan pada hari kamis (24/11), hal ini disampaikan oleh Kepla Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kmenag Kab Pangandaran H. Nana Supriatna, S.Ag, MA ketika ditemui di ruangannya Kantor Kemenag Kab Pangandaran, Minggu (20/11).
Tes wawancara akan dilaksanakan pada hari kamis besok (24/11) nanti akan di umumkan siapa saja yang berhak mengikuti test wawancara yang akan di umumkan melalui website Kemenag pada hari Rabu (23/11). Ungkap Nana
Nana menambahkan, Pesertsa calon penyuluh agama islam yang lolos tes tulis nanti akan di umumkan dan berhak mengikuti tes selanjutnya yaitu wawancara yang akan dilaksanakan di Gedung Keagamaan Al-Mansur Jl Semah Bontot Kec Cijulang.
Dwonload Peserta Calon Penyuluh Agama Islam Non PNS Yang Lolos Tes Wawancara  KLIK DISINI
Kontributor: Andri Nazarudin Editor : Andri Nazarudin

132 Peserta asal Kab. Pangandaran Ikuti Seleksi Rekruitmen Penyuluh Agama Islan Non PNS

Sebelah Kiri Kepala Seksi Bimas Islam H. Nana Supriatna, S.Ag, MA. Tengah Kasubag TU Drs. H. Dadang Solihin dan sebelah kanan Kepala Kemenag Kab. Pangandaran Drs. H. Eep Nuhyana, M.Pd.I
Pangandaran. Sebanyak 132 orang yang telah lulus dalam Seleksi Administrasi dari 137 orang yang mendaftar, berhak mengikuti Tes Tertulis Rekrutmen Penyuluh Non PNS Kemenag Kab. Pangandaran di Gedung Islamic Center Kec Cijulang, hal ini disampaikan Kakankemenag Kab. Pangandaran pada Acara Pembukaan Rekrutmen Penyuluh Non PNS di di Gedung Islamic Center, Minggu (20/11).
Kegiatan Rekrutmen Penyuluh Non PNS, dihadiri Kakankemenag Kab. Pangandaran Drs. H. Eep Nuhyana, M.Pd.I., Kasubbag TU Muhammad Drs. H. Dadang Solihin, Kepala Seksi  Bimas Islam i, H. Nana Supriatna, S.Ag. MA., Panitia Rekrutmen Penyuluh Non PNS Kemenag Kab. Pangandaran., dan Panitia Rekrutmen Penyuluh Agama Islam Non PNS serta Pengawas dari Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat
Peserta tes Rekrutmen Penyuluh Non PNS Kemenag Kab. Pangandaran sebanyak 132 orang, tampak yang hadir dalam tes tertulis sebanyak 131 orang. Kegiatan Rekrutmen Penyuluh Non PNS dibuka secara langsung oleh Kepala Kemenag Kab. Pangandaran Drs. H. Eep Nuhyana, M.Pd.I
Dalam sambutannya H Eep menyampaikan, Agar peserta dapat mengerjakan soal dengan tenang dan tidak terburu-buru karena tes ini menentukan keberhasilan peserta sebagai calon PAI Non PNS, tes Rekrutmen Penyuluh Non PNS ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, Jelas Eep.
Sementara Kakanwil, dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kepala Kankemenag Kab. Pangandaran, H. Eep Nuhyana menyampaikan bahwa PAl Non PNS untuk Tahun Anggaran 2017 sangat berbeda, baik dalam regulasi, mekanisme, kebijakan maupun pelaksanaannya. Semua hal tersebut karena memang negara kita negara hukum yang ada aturan birokrasi dan tertib administrasinya dituntut untuk jelas, transparan dan adil.
Kakanwil berharap mudah-mudahan pelaksanaan rekruitmen ini bisa menghasilkan Penyuluh Agama Islam yang berkualitas, berkompeten, bertanggungjawab dan amanah pada tugasnya. Dengan demikian Penyuluti Agama Islam sebagai Garda terdepan Kementerian Agamaa bisa terwujud serta pendidikan agama dan pendidikan keagamaan pada masyarakat bisa dioptimalkan.
Penetapan kuota Penyuluh Agama Islam Non PNS secara nasional didasarkan pada basis keberadaan KUA sebagai representasi layanan terhadap ummat Islam dengan masing-masing Kecamatan/KUA kuotanya ditetapkan sebanyak 8 (delapan) orang.
Disamping melaksanakan tugas dan fungsi utamanya sebagai pembimbing ibadah dan pelaku dakwah di masyarakat, juga mengemban tugas dan fungsi Kebimas-Islaman dengan spesialisasi masing-masing yang berkompeten mengurus dan melaksanakan tugas di bidang pengentasan buta huruf alquran, zakat, wakaf, kerukunan ummat, keluarga sakinah/perkawinan, radikalisme dan aliran sempalan, Narkoba dan HIV serta produk Halal.
Kontributor: Andri Nazarudin Editor : Andri Nazarudin

Inilah Peserta yang Lolos Seleksi Admnistrasi Penyuluh Agama Islam Non PNS

Pangandaran Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran melalui Seksi Bimas Islam mengumumkan hasil seleksi administrasi yang dilaksanakan oleh panitia Seleksi Penyuluh Agama Islam Non PNS Kabupaten Pangandaran, Selasa, (17/11).
Sebagaimana tertuang pada lampiran Berita Acara Nomor: B-736/Kk.10.27/BA.00/11/2016, tentang Hasil Verifikasi berkas dari seluruh calon PAI Non PNS. dengan ini kami umumkan:
Peserta yang dinyatakan lulus verifikasi administrasi sebagaimana yang tercantum pada lampiran berita acara nomor : B-736/Kk.10.27/BA.00/11/2016 dalam daftar lampiran tersebut dapat mengikuti ujian tulis, dan inilah tata tertib peserta tes tulis calon Penyuluh Agama Islam Non PNS tahun 2017;
  1. Ujian tulis akan dilaksanakan Pukul 08.00 Wib Tanggal 20 November 2016 di Islamic Center Kec Cijulang Jl. Nusawiri, Peserta wajib hadir tepat waktu.
  2. Untuk pelaksanaan ujian peserta harus membawa kartu ujian, pulpen, Papan Krani, dan perlengkapan tulis lainnya, kartu ujian bisa diambil di KUA Kecamatan masing-masing atau bisa dibawa ke Kantor Kemenag Kab. Pangandaran.
  3. Peserta ujian wajib mengunakan pakaian baju batik dan celana hitam panjang, memakai sepatu, mengenakan kopiah untuk laki-laki dan jilbab untuk perempuan.
Kepala Seksi Bimbingan Bimas Bimas Islam, H. Nana Supriatna, S.Ag, MA menyampaikan, untuk nama- nama yang telah di nyatakan lulus dari masing- masing pendaftar Penyuluh Agama Islam Non PNS Kabupaten Pangandaran, agar dapat melihat pengumuman tersebut di Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau bisa di dwonload DISINI data-pai-non-pns-lulus-seleksi-administrasi

Kasi Bimas Umumkan Calon PAI Non PNS Yang Lolos Administrasi


Pangandaran; Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran melalui Seksi Bimas Islam mengumumkan hasil seleksi administrasi yang dilaksanakan oleh panitia Seleksi Penyuluh Agama Islam Non PNS Kabupaten Pangandaran, Selasa, (16/11).
Nana Supriatna, S.Ag, MA selaku Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam sekaligus ketua pelaksana rekruitmen penyuluh agama islam Non PNS menyampaikan bahwa tahapan seleksi administrasi ini sebagai syarat untuk mengikuti tes tulis dan lisan yang akan dilaksanakan pada tanggal (20/11) di Gedung Dakwah Islmic Center Kec. Cijulang, tutur Nana.
Menurut Nana Peserta yang dinyatakan lulus verifikasi administrasi sebagaimana yang tercantum pada surat keputusan nomor : B-736/Kk.10.27/BA.00/11/2016 tersebut dapat mengikuti seleksi berikutnya yaitu tes tulis, dan lisan. Terkait materi yang diujikan menurut nana tidak jauh dari seputar Pengetahuan Agama, Wawasan Kebangsaan, dan Peraturan Perudang- undangan yang berlaku di lingkungan Kementerian Agama.
“Tes tulis dan lisan tidak jauh dari dari seputar Pengetahuan Agama, Wawasan Kebangsaan, dan Peraturan Perudang- undangan, untuk soal tes tulis nanti akan dikirimkan langsung dari Kanwil H-1 pelaksanaan. Nana menambahkan untuk mekanisme pelaksanaan ujian nantinya peserta diharuskan membawa kartu ujian yang sudah di siapkan dari panitia , Peserta ujian wajib mengunakan pakaian sopan dan Islami, memakai sepatu, mengenakan kopiah dan jilbab bagi perempuan.
Nana menjelaskan, untuk nama- nama yang telah di nyatakan lulus dari masing- masing pendaftar agar dapat melihat pengumuman secara langsung pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau melalui website kemenag Kab Pangandaran di  www.kemanagpangandaran.com.
Kontributor : Andri Nazarudin M

Ditjen Bimas Islam Adakan Kegiatan Kearsipan dan Tata Persuratan



Bandung: Menyadari betapa pentingnya fungsi dan peran tata persuratan serta kearsipan dalam dunia perkantoran, untuk itu Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Kearsipan dan Tata Persuratan di seluruh Indonesia karena persuratan merupakan ruh ya intansi perkantoran, Demikian disampaikan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr H. Mahasin. MA

Acara yang berlangsung selama 3 hari pada tanggal 20 s.d 23 Juli bertempat di Hotel Grend Royal Panghegar Kota Bandung dan diikuti 40 orang peserta yang berasal dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, Staf Bimas Kabupaten/Kota, serta staf KUA Kecamatan..
Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut antara lain Ditjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr H. Mahasin. MA, Sekertaris Ditjen Bimas Islam Kemenag RI Prof DR H Muhamadiyah Amin M.Ag, Kepala Biro Umum, Arsip Nasional Republik Indonesia, dan Kepala Bidang Urasi Kemenag Kanwil Jawa Barat.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, yang diwakili oleh Kepala Bidang Urasi Kemenag Kanwil Jawa Barat . dan dihadiri oleh Kepala Bagian Umum Sekretariat Jenderal Bimas Islam, H. Sarisman beserta para panitia baik pusat maupun daerah. Editor: Andri Nazarudin M


Kementerian Agama Kab. Pangandaran Adakan Halal Bihalal

Pangandaran –Idul Fitri menjadi momentum bersama seluruh umat Islam meraih dan kembali suci  setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh, tidak terkecuali keluarga besar pegawai Kementerian Agama Kantor Kab. Pangandaran yang hari ini, Senin (18/7) menggelar silaturahim dan halal bihalal Idul Fitri 1437H/2016M bersama undangan.

Sejak pukul 08.00 WIB, pegawai sudah hadir memenuhi Islamik Center Parigi. Diawali khatmul Quran, halal bihalal yang juga dihadiri seluruh staf dan pejabat Kementerian Agama Kantor Kabupaten serta seluruh undangan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran Turut hadir juga Bupati Pangandaran yang diwakili oleh Kabag Kesra, untuk yang pertama kalinya Kemenag Pangandaran mengadakan halal bihalal.

Kankemenag Pangandaran dalam sambutannya mengatakan, halal bihalal dimaknai tidak hanya semata untuk memelihara silaturahim, tapi juga menjadi momentum untuk saling bermaaf-maafan. Bagi Kankemenag, halal bihalal adalah tradisi baik yang positif dari pendahulu kita dan terus ditradisikan.

“Ini cara kita berhubungan tidak hanya dengan Allah, tapi juga dengan manusia yang dileburkan dalam spirit saling memaafkan,” ujar Menag. (Editor Andri)


KUA Langkaplancar Menjadi KUA Pertama Kegiatan Suverpisi Triwulan Ke-II

Suverpisi KUA Kecamatan Parigi Tgl. 22 Maret 2016

Pangandaran- Pembinaan administrasi terhadap KUA Kecamatan sangat penting untuk dilakukan, hal ini merupakan tugas pokok dan fungsi dari Kementerian Agama khususnya Seksi Bimas Islam. Dengan adanya tertib administrasi di bidang NTCR diharapkan KUA akan semakin baik mengingat reformasi birokrasi yang sedang dilakukan di Kementerian Agama, maka perlu adanya dukungan dari KUA sebagai ujung tombak dari Kementerian Agama yang berada di tingkat kecamatan.

Menurut Kepala Seksi Urusan Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran H. Nana Supriatna, S.Ag, MA, Supervisi untuk triwulan II ini dilaksanakan selama 10 hari yang menjangkau 10 KUA kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran. Rencananya Supervisi untuk triwulan II ini Diawali di KUA Kecamatan Langkaplancar.

KUA Kecamatan Langkaplancar akan menjadi KUA paling awal untuk melaksanakan Suverpisi Triwulan Ke-II karena mengingat akses menuju  KUA Kecamatan Langkaplancar cukup jauh maka kegiatan suverpisi akan dilakukan sebulum bulan puasa. Ungkap Nana


Dari hasil temuan supervisi yang dilakukan pada KUA se-Kabupaten Pangandaran pada Triwulan I, secara umum administrasi pada KUA telah berjalan secara baik dan tertib, namun tentu saja masih harus ada perbaikan-perbaikan untuk lebih maju dan lebih baik, agar tujuan reformasi birokrasi yang digalakkan di Kementerian Agama dapat berjalan mulus. (Editor/Andri Nazarudin)

Kemenag Kab Pangandaran akan Sosialisasikan Program SIWAK

Persoalan tanah masih menjadi masalah krusial di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Pangandaran. Bukan hanya soal tenah masyarakat umum, persoalan tanah wakaf juga menjadi masalah yang tak kalah penting di Indonesia contohnya ada pengakuan pihak tertentu yang menyatakan jika tanah yang diwakafkan diambil kembali dengan alasan pihak keluarga tidak mengetahui proses penyerahan tanah wakaf itu. Tak ingin, persoalan itu terjadi, Kantor Kementerian Agama Wilayah (Kanwil) Jawa Barat menyelenggarakan sosialisasi sistem informasi wakaf (SIWAK) yang di adakan Kabupaten Purwakarta, Selasa-Jumat (24/26)  di Hotel Harver dengan jumlah peserta sekitar 70 orang peserta tersebut dari Kankemenag Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Turut hadir juga Sekjen Bimbingan Masyarakat Islam Prof. Dr. Muhamadiyah Amin MA. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Prof. Dr. H. Machasin, Ma, Kepala Kanwil kemenag Provinsi Jawa Barat, Kabid Penais Kanwil kemenag Provinsi Jawa Barat.
“Kita akui masih banyak persoalan jika berbicara soal tanah, apalagi dalam hal tanah wakaf,”kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Prof. Dr. H., Ma.

Menurut Machasin Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, mengelola tanah wakaf tidaklah mudah karena sering berhadapan dengan beragam orang sehingga jika tidak ada kepastian hukum mengenai status tanah tersebut bisa memancing konflik berkepanjangan dan Komplik Pertikal Horizontal. “Makanya dengan adanya pembinaan dan sosialisasi SIWAK ini, kita berharap status tanah wakaf di Indonesia jelas,”

Machasin menambahkan Umumnya, saat ini banyak tanah yang sudah diwakafkan namun secara tiba-tiba ada pihak yang akan menjual atau mengakui bahwa tanah tersebut bukanlah tanah wakaf namun milik keluarganya sehingga tanah wakaf tersebut sulit untuk dipergunakan manfaatnya. “Kalau ada kasus seperti ini kan bisa repot, tantu manfaat dari wakaf tidak bisa terambil,”ujar Machasin dalam materi Sosialisasinya.

Sedangkan, menurut Sutrisna Staf Plaksana Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran saat ditemuai setelah acara Sosialisasi (SIWAK) untuk mengsosialisasikan Sistem Informasi Wakaf (SIWAK) di Pangandaran akan diselenggarakan secepatnya agar para petugas wakaf di lingkungan Kabupaten Pangandaran mengetahui pentingnya sistem terbaru yaitu SIWAK, dan juga memahami bagaimana mengajukan sertifikat tanah wakaf karena sistem Informasi Wakaf ini mampu amankan aset dan potensi umat.

Kegiatan tersebut nanti akan di sosialisasikan ke KUA yang berada di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran yang berjumlah 10 KUA,'ungkap Sutrisna. (Editor: Andri)



Bimbingan Penyuluhan Prespektif Epistimologi

Ciamis- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis dan Pangandaran dalam hal ini Bimbingan Masyarakata Islam meyelenggarakan Pembinaan Penyuluh Agama Islam Fungsional dan Sosialisasi E-Kinerja Penyuluh. kegiatan ini diikuti oleh seluruh Penyuluh Fungsional dari dua Kabupaten yaitu Pangandaran dan Ciamis. (Rabu 25/5/2016)

Kegiatan tersebut di isi beberpa pemateri diantanya Kepala Kankemenag Kab. Ciamis Drs. H. Ahmad Sanukri SH, MM , Kepala Kasi Bimas Islam Kab. Ciamis H. Mohammad Aip Maptuh, S.Ag, M.Ag dan Kepala Kasi Bimas Islam Kab. Pangandran H. Nana Supriatna, S.Ag, MA.
Kepala Kasi Bimas Islam Kab. Pangandran H. Nana Supriatna, S.Ag, MA dalam materinya meyampaikan bahwa Penyuluh Agama Islam itu sebagai ujung tombak Kementerian Agama di Kecamatan maka diharapkan para Penyuluh Agama Islam dalam melaksanakan tugas pokoknya harus setajam tombak,

Penyuluh Agama Islam perlu meningkatkan dan mengembangkan pendidikan (pengetahuan), kemampuan dan kecakapan serta menguasai berbagai strategi, pendekatan, dan teknik penyuluhan, sehingga mampu dan siap melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan profesional serta mampu menjawab masalah, tantangan problematika yang ada. (Ungkap Nana) Editor: Andri/Media Bimas Islam


Bocah Indonesia yang Jadi Juara Ajang Hafidz Tingkat Dunia


Add caption
Jakarta, bimasislam—Kabar gembira datang dari arena Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) International di Sharm El-Sheikh, Mesir yang dihelat sejak 10-14 April 2016. Adalah La Ode Musa (7), peserta termuda dan postur terkecil berhasil menjadi yang terbaik ketiga diajang lomba hafizh anak tingkat Dunia.   Musa berhasil melewati berbagai soal yang diujikan, bahkan membuat takjub para dewan hakim. MHQ Internasional Sharm El-Sheikh kali inidiikuti oleh 80 orang yang terdiri dari 60 negara. Selain Indonesia dan tuan rumah Mesir, ada Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, Ukraina, dan negara-negara lainnya, demikian seperti dilansir sejumlah media online.  


Musa bukanlah yang pertama membawa harum nama Indonesia, tapi musa menjadi istimewa karena usianya yang masih belia. Andai musa ikut kejuaraan itu beberapa tahun kemudian, bukan tidak mungkin dirinya akan menjadi yang terbaik. Musa kecil masih memiliki kendala untuk melafalkan huruf “R” tapi jangan tanya soal hafalan al-Qur’an, dia berhasil membuat pemerintah Mesir takjub.   Selain diganjar juara 3, Musa mendapat undangan kehormatan dari pemerintah Mesir pada peringatan Malam Lailatul Qadar yang diadakan pada Ramadan mendatang. Disebutkan bahwa Presiden Mesir akan memberikan penghargaan secara langsung kepada Musa. Pemerintah Mesir akan menanggung biaya tiket dan akomodasi selama mereka berada di Mesir. Menteri Gomaa menyampaikan takjubnya kepada Musa yang berusia paling kecil dan tidak bisa berbahasa Arab, tapi menghapal Al-Qur’an dengan sempurna, jelas Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kairo, Lauti Nia Astri Sutedja dalam rilisnya kepada media